Saat itu ...
Aku selalu memalingkan wajahku
Berharap tidak pernah melihatmu
Karena sakit rasanya saat menatapmu
Sejak itu ...
Tak pernah lagi aku mengharapkan dirimu
Aku mulai berbalik arah dari jalanmu
Aku tak bisa lagi selalu mengikuti langkahmu
Berharap kau cepat pergi meninggalkan aku
Sampai waktu itu tiba ...
Saat dimana aku melepasmu pergi
Aku sedikit melihat wajahmu saat matamu tertuju padaku
Ku biarkan mataku melihatmu sesaat hingga aku kembali menatapnya
Ketika itu, aku berkata 'waktunya sudah tiba'
Tidak ada kata yang kuucapkan padamu
Bahkan senyum pun tak kusombongkan padamu
Tapi .. sesuatu menghianatiku
Hati ini merasa apa yang aku lakukan tidak ada benar
Namun aku tetap melangkah membiarkanmu pergi jauh
Membebaskanmu dari sangkar rasa sakitku
Membiarkanmu terbang menuju sangkar barumu
Kini ..
Aku baru tersadar, aku tidak akan melihatmu lagi
Menangisi tawamu dan membicarakan langkahmu
Tersadar kini aku tidak lagi berada di dalam matanya
Sadar kalau senyum itu telah pudar dari mataku
Aku tahu sekarang ..
Aku kehilangan
Bukan kau yang pergi tapi aku yang menghilang
Tak lagi terlihat olehmu
Tak kan pernah bisa memperlihatkan senyumku
Dan aku berkata 'bukan begini mau ku'
Tapi terlanjur ..
Selamat tinggal, kenangan yang tak terpegang ..
(Karya Herziaputri R, dari perasaan yang telah mati)
No comments:
Post a Comment